Signature Feature

Post-Mortem

8 stage. 30-45 menit. Kamu keluar dari sini dengan clarity, bukan comfort.

Tangan menulis di buku catatan di samping secangkir kopi.

Apa itu "post-mortem"?

Istilah dari dunia medis dan startup: pemeriksaan setelah sesuatu berakhir — untuk paham apa yang sebenarnya terjadi, bukan untuk cari siapa yang salah. Reflek minjem tradisi itu buat hubungan: kamu dibedah bareng AI, stage demi stage, sampai ceritanya beneran selesai di kepala — bukan cuma "didiemin sampai lupa".

1. Niat→2. Fakta→3. Emosi→4. Pola→5. Kontribusi kamu→6. Sisi dia→7. Pelajaran→8. Komitmen

Di akhir kamu dapet dokumen post-mortem: narasi apa yang terjadi, pola yang ketemu, 3 pelajaran, dan 1 komitmen konkret — yang bisa kamu baca ulang 3 bulan lagi. Lihat contoh hasil akhirnya →

Kronologi hubungan dari Post-Mortem: enam kejadian berurutan, ditandai fase awal, retak, dan akhir.

Kronologi

Kejadiannya diurutkan — kapan mulai, kapan retak, kapan selesai. Sering di sinilah orang pertama kali lihat jaraknya.

Diagram pola berulang: pemicu, responsmu, hasilnya, lalu balik lagi ke pemicu, dengan ongkos tiap putaran.

Pola yang berulang

Digambar sebagai lingkaran, karena memang begitu bentuknya: hasilnya balik jadi pemicunya. Plus ongkos yang kamu bayar tiap putaran.

Bagian kontribusi kamu dan dinamika dari sisi mereka dalam dokumen Post-Mortem.

Bagian kamu, dan bagian mereka

Yang kamu akui sendiri, dipisah dari dinamika mereka. Perilakunya dideskripsikan — orangnya gak dilabeli.

Lihat dokumen contoh selengkapnya — termasuk komitmen penutup dan tombol simpan PDF-nya.

Sebelum kamu mulai

  • ·Ini bukan venting. Kamu akan dipaksa lihat kontribusimu sendiri.
  • ·Sekali mulai, tujuan: selesai. Bisa pause, tapi jangan ditinggal sebulan.
  • ·Kalau kamu lagi crisis berat (suicidal, abuse aktif), jangan mulai sekarang. Reach out: 119 ext 8.

Mau post-mortem apa?

Rp 29.000 sekali bayar, dokumennya punya kamu